HOME
Home » Export Import » Audit Kepabeanan dan Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Audit Kepabeanan dan Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Posted at Januari 5th, 2017 | Categorised in Export Import

Sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai No. PER- 9/BC/2012 tentang Tata Laksana Audit Kepabeanan dan Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tanggal 11 Maret 2012, yang dimaksudkan dengan Audit Kepabeanan adalah kegiatan pemeriksaan laporan keuangan, buku, catatan dan dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, dan surat yang berkaitan dengan kegiatan usaha, termasuk data elektronik, serta surat yang berkaitan dengan kegiatan di bidang kepabeanan, dan/atau sediaan barang dalam rangka pelaksanaan ketentuan perundang-undangan di bidang kepabeanan.

Audit Kepabeanan dan Cukai

Audit Kepabeanan dan Cukai Dirjen Bea dan Cukai

Sementara itu, Audit Cukai adalah serangkaian kegiatan pemeriksaan laporan keuangan, buku, catatan, dan dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, dan dokumen lain yang berkaitan dengan kegiatan usaha, termasuk data elektronik, serta surat yang berkaitan dengan kegiatan di bidang cukai dan atau sediaan barang dalam rangka pelaksanaan ketentuan perundang-undangan di bidang cukai.

Tujuan dari pelaksanaan Audit Kepabeanan yang dilakukan adalah:

  1. Untuk menentukan tingkat kepatuhan perusahaan sebagai importir, eksportir, badan hukum, yang memperoleh fasilitas dan lainnya terhadap Undang-Undang Kepabeanan dan peraturan pelaksanaannya serta peraturan perundang-undangan lainnya, yang berkaitan dengan kepabeanan
  2. Untuk mengawasi Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang diberitahukan atas nama perusahaan mengenai pengklasifikasian, jumlah, jenis barang, ataupun kebenaran nilai transaksinya sebagai nilai pabean.
  3. Untuk mengamankan hak-hak negara, berupa penerimaan negara.
Jenis Audit Kepabeanan

Dari jenis pelaksanaan, audit dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yakni:

  1. Audit Umum adalah audit yang memiliki ruang lingkup pemeriksaan secara lengkap dan menyeluruh terhadap pemenuhan kewajiban kepabeanan dan atau cukai (KC), yang dilaksanakan secara terencana  dan sewaktu-waktu.
  2. Audit Khusus adalah audit yang memiliki ruang lingkup pemeriksaan tertentu terhadap pemenuhan kewajiban KC, yang pelaksanaannya dilakukan sewaktu-waktu dalam rangka keberatan atas penetapan tarif dari pejabat Bea dan Cukai.
  3. Audit Investigasi adalah audit dalam rangka membantu proses penyelidikan dalam hal terdapat dugaan tindak pidana KC. Audit Investigasi dilaksanakan apabila atas:
  • Permintaan Direktur Penindakan dan Penyidikan atau Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan dalam rangka membantu proses penyelidikan.
  • Permintaan dari Direktur Penindakan dan Penyidikan atau Kepala Bidang Penindakan dan penyidikan yang didukung dengan dugaan pelanggaran tindak pidana.
  • Permintaan Direktur Audit, Kepala Kantor Wilayah, atau Kepala Kantor pelayanan Utama untuk dapat meminta penjelasan atas dugaan pelanggaran.

Pelaksanaan Audit Investigasi harus didahulukan dari Audit Umum dan Audit Khusus.

Demikian informasi mengenai Audit Kepabeanan dan Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, kami harap post ini bermanfaat untuk Anda. Mohon post ini diviralkan biar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi: