HOME
Home » Export Import » Keringanan Bea Masuk dan Pengembalian Bea Masuk Impor

Keringanan Bea Masuk dan Pengembalian Bea Masuk Impor

Posted at Desember 30th, 2016 | Categorised in Export Import

Sekarang kami akan ulas terkait dengan Keringanan Bea Masuk dan Pengembalian Bea Masuk Impor. Fasilitas fiscal yang diberikan kepada importir lainnya yang melakukan kegiatan impor sementara yaitu Keringanan Bea Masuk dan Pengembalian Bea Masuk.

Keringanan Bea Masuk dan Pengembalian Bea Masuk Impor

Keringanan Bea Masuk

Fasilitas ini sesuai dengan Pasal 26 Undang-Undang Pabean, Fasilitas Keringanan Bea Masuk diberikan atas impor :

  • Mesin dan Peralatan yang dipergunakan untuk Keperluan Produksi atau Pengerjaan Proyek Infrastruktur.
  • Barang untuk melakukan perbaikan.
  • Barang untuk melakukan pengetesan atau pengujian.
  • Barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri dalam rangka penanaman modal.
  • Mesin untuk pembangunan dan pengembangan
  • Barang dan bahan dalam rangka pembangunan dan pengembangan industri untuk jangka waktu tertentu.
  • Peralatan dan bahan yang digunakan untuk mencegah pencemaran lingkungan.
  • Bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian, peternakan, atau perikanan.
  • Hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang telah  mendapat
  • Barang yang mengalami kerusakan, penurunan mutu, kemusnahan, atau penyusutan volume atau berat karena alamiah, antara lain saat diangkut ke dalam daerah pabean dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai.
  • Barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum.
  • Barang untuk keperluan olahraga yang diimpor oleh induk organisasi olahraga nasional.
  • Barang untuk keperluan proyek pemerintah yang dibiayai dengan pinjaman dan/atau hibah dari luar negeri.
  • Barang dan bahan untuk diolah, dirakit, atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor.

Atas Impor Sementara yang diberikan fasilitas keringanan, Importir wajib:

  1. Membayar Bea Masuk sebesar 2% untuk setiap bulan atau bagian dari bulan dari jumlah Bea Masuk yang seharusnya dipungut;
  2. Membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) secara penuh (100%);
  3. Mempertaruhkan jaminan sebesar selisih antara Bea Masuk yang seharusnya dibayar dengan yang telah dibayar ditambah dengan Pajak Penghasilan Pasal 22; dan
  4. Membayar PPN atau PPn.BM tidak berlaku, apabila importir mendapatkan skema fasilitas perpajakan berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku (ada SKB dari KPP Pajak).
Pengembalian Bea Masuk atau customs drawback

Fasilitas customs drawback merupakan pengembalian Bea Masuk atas barang tertentu yang diimpor karena diekspor kembali atau karena dipakai sebagai bahan mentah atau bahan pembantu produksi barang ekspor. Pengembalian atas Bea Masuk ini diberikan atas:

  1. Kelebihan sebagaimana diatur dalam Pasal 16 ayat (5) dan pasal 17 ayat (3) karena kesalahan berkaitan dengan Penetapan Tarif dan Nilai Pabean.
  2. Impor barang sebagaimana tercantum dalam Pasal 25 dan Pasal 26.
  3. Impor barang yang oleh sebab tertentu harus direekspor atau dimusnahkan.
  4. Impor barang sebelum diberikan persetujuan impor untuk dipakai kedapatan jumlah sebenarnya kurang, cacat, bukan barang yang dipesan, berkualitas lebih rendah.
  5. Kelebihan pembayaran Bea Masuk akibat putusan Pengadilan.

Demikian info bisnis ekspor impor tentang Keringanan Bea Masuk dan Pengembalian Bea Masuk Impor semoga bermanfaat.

Referensi: