HOME
Home » Export Import » Penjaluran Fasilitas Pelayanan Pabean

Penjaluran Fasilitas Pelayanan Pabean

Posted at Januari 3rd, 2017 | Categorised in Export Import

Pada kesempatan ini kami akan ulas seputar Penjaluran Fasilitas Pelayanan Pabean oleh Dirjen Bea Cukai. Penjaluran barang yang diterapkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) ini awalnya dikategorikan dengan penerapan manajemen risiko berdasarkan profil importir, jenis komoditi barang, track record, dan informasi-informasi yang ada dalam database intelejen DJBC.

Penjaluran Fasilitas Pelayanan Pabean

Penjaluran Fasilitas Pelayanan Pabean

Saat ini sistem penjaluran telah menggunakan sistem otomasi sehingga sangat kecil kemungkinan diintervensi oleh petugas Bea dan Cukai dalam menentukan jalur-jalur tersebut pada barang tertentu.

Sejak 2007 DJBC telah memperkenalkan jalur terbaru, yakni Jalur MITA (Jalur Mitra Utama). Namun, saat ini jalur MITA ini sementara hanya berada pada Kantor Pelayanan Utama (KPU). Secara lengkap jalur-jalur tersebut sebagai berikut.

1. Jalur MITA Prioritas

Jalur MITA Prioritas adalah proses pelayanan dan pengawasan yang diberikan kepada MITA Prioritas untuk pengeluaran barang impor tanpa dilakukan pemeriksaan fisik dan penelitian dokumen. MITA Prioritas adalah importir yang penetapannya  dilakukan oleh Direktur Teknis Kepabeanan atas nama Direktur Jenderal untuk mendapatkan kemudahan pelayanan Kepabeanan.

2. Jalur MITA Non-Prioritas

Jalur MITA Non-Prioritas adalah proses pelayanan dan pengawasan yang diberikan kepada MITA NonPrioritas untuk pengeluaran barang impor tanpa dilakukan pemeriksaan fisik dan penelitian dokumen, kecuali dalam hal barang ekspor yang diimpor kembali; barang yang terkena pemeriksaan acak; atau barang impor sementara. MITA NonPrioritas adalah importir yang penetapannya dilakukan oleh Direktur Teknis Kepabeanan atas nama Direktur Jenderal berdasarkan usulan Kepala Kantor Pabean untuk mendapatkan kemudahan pelayanan Kepabeanan.

3. Jalur Hijau

Jalur Hijau adalah jalur yang diperuntukkan bagi importir dengan track record yang baik dan dari segi komoditi impor bersifat rendah risiko (low risk) dengan proses pelayanan dan pengawasan pengeluaran barang impor dengan tidak dilakukan pemeriksaan fisik, tetapi dilakukan penelitian dokumen setelah penerbitan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).

4. Jalur Kuning

Jalur Kuning adalah proses pelayanan dan pengawasan pengeluaran barang impor dengan tidak dilakukan pemeriksaan fisik. Tetapi dilakukan penelitian dokumen sebelum penerbitan SPPB. Jalur ini diperuntukkan bagi importir dengan track record yang baik dan dari segi komoditi impor bersifat rendah risiko (low risk).

5. Jalur Merah

Jalur Merah adalah jalur umum yang dikenakan kepada importir baru dan bagi importir lama yang memiliki catatan-catatan khusus, importir dengan risiko tinggi karena track record yang tidak baik, jenis komoditi tertentu yang diawasi pemerintah, pengurusannya menggunakan jasa customs broker atau Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) sehingga jalur ini perlu pengawasan yang lebih intensif oleh petugas Bea dan Cukai karenanya diadakan pemeriksaan fisik barang sehingga proses pelayanan dan pengawasan pengeluaran barang impor dengan dilakukan pemeriksaan fisik dan penelitian dokumen sebelum penerbitan (SPPB).

Sekian informasi tentang Penjaluran Fasilitas Pelayanan Pabean, semoga postingan kali ini mencerahkan kawan-kawan semua. Mohon postingan ini disebarluaskan biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi: