HOME
Home » Export Import » Tempat Lelang Berikat dan Kawasan Daur Ulang Berikat

Tempat Lelang Berikat dan Kawasan Daur Ulang Berikat

Posted at Desember 24th, 2016 | Categorised in Export Import

Sekarang kami akan bahas terkait dengan Tempat Lelang Berikat dan Kawasan Daur Ulang Berikat. Tempat Lelang Berikat merupakan Tempat Penimbunan Berikat untuk menimbun barang impor dalam jangka waktu tertentu untuk dijual secara lelang.

Tempat Lelang Berikat dan Kawasan Daur Ulang Berikat

Tempat Lelang Berikat dan Kawasan Daur Ulang Berikat

Tempat Lelang Berikat (LB) dikelola oleh pengusaha atau perusahaan yang berbadan hukum. Tempat LB setelah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melengkapi  syarat-syarat berikut:

  1. Memiliki bukti kepemilikan atau penguasaan suatu tempat atau bangunan yang mempunyai batas-batas yang jelas;
  2. Memiliki Surat Izin Tempat Usaha, Dokumen Lingkungan Hidup, Surat Izin Usaha Lelang, dan izin lainnya dari instansi teknis terkait; dan
  3. Telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan telah menyampaikan SPT PPh tahun pajak terakhir.

Fasilitas yang diberikan kepada Tempat LB adalah:

  1. Barang yang dimasukkan dari luar Daerah Pabean ke Tempat Lelang Berikat:
  • diberikan penangguhan Bea Masuk, dan
  • tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor.
  1. Barang yang dimasukkan dari tempat lain dalam daerah pabean ke Tempat LB tidak dipungut PPN atau PPN dan PPnBM.
  2. Terhadap pemasukan barang dari Tempat Lain Daerah Pabean ke Tempat Lelang Berikat, pengusaha di Tempat Lain Daerah Pabean wajib membuat Faktur Pajak dicap PPN atau PPN dan PPnBM tidak dipungut.
  3. Dikeluarkan ke Tempat Lain Daerah Pabean impor untuk dipakai, wajib melunasi BM dan PDRI.
  4. Penyerahan barang lelang dari Tempat Lelang Berikat ke Tempat Lain Daerah Pabean, wajib membuat faktur pajak dan memungut PPN.
Kawasan Daur Ulang Berikat

Kawasan Daur Ulang Berikat adalah Tempat Penimbunan Berikat untuk menimbun barang impor dalam jangka waktu tertentu yang di dalamnya  dilakukan kegiatan daur ulang limbah asal impor dan / atau asal Daerah Pabean sehingga menjadi produk yang mempunyai nilai tambah serta nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Kawasan Daur Ulang Berikat dikelola oleh pengusaha atau perusahaan yang berbadan hukum. Setelah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melengkapi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Memiliki bukti kepemilikan / penguasaan kawasan / tempat / bangunan yang mempunyai batas-batas yang jelas;
  2. Berlokasi di kawasan industri khusus untuk daur ulang;
  3. Memiliki Surat Izin Tempat Usaha Daur Ulang, Surat Izin Usaha Industri Daur Ulang, Dokumen Lingkungan Hidup, dan izin lainnya dari instansi teknis terkait;
  4. Telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan telah menyampaikan SPT Pajak Penghasilan tahun pajak terakhir;
  5. Mendapat rekomendasi dari menteri yang menangani lingkungan hidup;
  6. Memiliki bukti sebagai Importir Produsen (IP) limbah non Bahan Berbahaya dan Beracun (83);
  7. Pernyataan tertulis pengusaha di Kawasan Daur Ulang Berikat (KDUB) merangkap penyelenggara di KDUB untuk mereekspor bahan berupa limbah bila tidak diolah maksimal 3 bulan.
Kriteria Limbah Tidak Berbahaya

Kriteria bahan baku berupa limbah non bahan berbahaya dan beracun (83) berupa:

  1. Limbah padat yang tersortir;
  2. Bukan limbah bahan berbahaya dan beracun;
  3. Bukan sampah yang berasal dari kegiatan rumah tangga atau sejenis sampah rumah tangga atau sampah spesifik; dan
  4. Tidak berbentuk cair, debu, lumpur, pasta, sludge, dan tidak terkontaminasi limbah bahan berbahaya dan beracun; dan limbah yang telah dipotong, dihancurkan atau diubah dalam bentuk yang ramah.

Pengusaha Kawasan Daur Ulang Berikat dan pengusaha di Kawasan Daur Ulang Berikat wajib melakukan:

  1. Pengendalian pencemaran lingkungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup.
  2. Mengelola lebih lanjut limbah yang dihasilkannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan.

Demikian info bisnis ekspor impor tentang Tempat Lelang Berikat dan Kawasan Daur Ulang Berikat semoga bermanfaat.

Referensi:

Tags : , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,